Blogroll

Budayakan Membaca

Senin, 04 April 2011

Lagi...
Selebaran yang tadinya berfungsi untuk menginformasikan suatu hal kepada khalayak ramai, kini hanya menjadi sampah jalanan tak bertanggung jawab. Orang-orang yang berlalu lalang hanya sekedar menerimanya dari si pembeli selebaran lalu membuangnya begitu saja tanpa mau tahu apa yang tertulis di selebaran tersebut. Malas dan tidak ada waktu, itu kata orang-orang yang enggan untuk membaca isi selebaran tersebut.

Belum lagi bila kita tengok perpustakaan atau tempat bahan kajian atau referensi dikumpulkan. Bisa dihitung orang-orang yang ada di sana. Orang lebih memilih cara instan tanpa mau mengerti dan memahami suatu hal dengan bantuan teori atau dengan sedikit membaca informasi penunjang.


Contoh sederhana, bila kita membeli sebuah barang yang dilengkapi dengan buku panduan untuk memasang atau menggunakannya. Sedikit yang memanfaatkan buku panduan karena banyak yang menganggap semua dapat dilakukan tanpa perlu membuang-buang waktu untuk membaca buku panduan tersebut. Tinggal pasang dan semua selesai. Tanpa mau direpotkan oleh bla-bla-bla yang ada di dalam buku panduan. Padahal bila kita mau meluangkan waktu sejenak untuk melihat isi buku panduan tersebut, kita akan mendapatkan banyak informasi yang perlu dan harus kita ketahui. Intinya, tak ada kata rugi dalam membaca.

Sulit membudayanya membaca memang tak lepas dari didikan orang tua terhadap anaknya. Orang tua sekarang tidak terlalu concern dengan hal - hal yang dianggap sepele tersebut. Mungkin orang tua sekarang lebih banyak menghabiskan waktu di kantor atau di luar rumah ketimbang memberikan sedikit waktu untuk sekedar berbagi waktu bersama anak dalam rangka membacakan sebuah buku cerita, seperti zaman penulis dulu.

Menurut survey, menceritakan dongeng atau membacakan buku bacaan kesukaan anak akan berdampak positif untuk anak. Selain dapat menambah kosakata anak, anak juga dapat mencintai buku karena dengan semakin banyak ia mengetahui macam - macam cerita yang pernah didengarnya, ia akan tertarik menggali sesuatu yang berhubungan dengan cerita tersebut. Anak akan merasa tidak mau kalah dengan orang lain. Dan bila anak sudah besar, metode membacakan cerita ini akan diturun - temurunkan kepada anak dan cucunya.

Masih banyak manfaatnya apabila kita membudayakan membaca sejak dini. Bukan hanya wawasan luas yang akan kita dapatkan, informasi penting dan hal - hal yang dapat membuat otak kita akan terus tajam walaupun usia kita bertambah, kita juga dapat awet muda karena dengan membaca, seluruh anggota tubuh bersinergi, mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Ada penelitian yang membuktikan bahwa membaca buku bisa mencegah kita dari penyakit pikun. Mungkin karena kita selalu diajak berpikir ketika kita membaca, sehingga otak kita bisa tetap aktif.

Dari Bukunya DR. Aidh' Al Qarni "La Tahzan, ada beberapa manfaat dari membaca, seperti:

1. Membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan.

2. Ketika sibuk membaca, seseorang terhalang masuk ke dalam kebodohan.

3. Kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa berhubungan dengan orang-orang malas dan tidak mau bekerja.

4. Dengan sering membaca, orang bisa mengembangakan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata.

5. Membaca membantu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir.

6. Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori dan pemahaman.

7. Dengan membaca, orang mengambil manfaat dari pengalaman orang lain: kearifan orang bijaksana dan pemahaman para sarjana.

8. Dengan sering membaca, orang mengembangkan kemampuannya; baik untuk mendapat dan memproses ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari berbagai disiplin ilmu dan aplikasinya dalam hidup.

9. Membaca membantu seseorang untuk menyegarkan pemikirannya dari keruwetan dan menyelamatkan waktunya agar tidak sia-sia.

10. Dengan sering membaca, orang bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai tipe dan model kalimat; lebih lanjut lagi ia bisa meningkatkan kemampuannya untuk menyerap konsep dan untuk memahami apa yang tertulis "diantara baris demi baris" (memahami apa yang tersirat).

0 komentar:

Posting Komentar